Daerah

Polres Perbatasan Patroli Ujung Negeri

AKBP Nugroho (tengah) foto bersama jajaran di tugu batas wilayah Indonesia di Pulau Senoa

Polres Natuna patroli di Pulau Senoa. Di pulau perbatasan Malaysia Timur itu, Merah Putih berkibar.

infonusantara.co.id, NATUNA -Hari belum tinggi, namun diruang kerja AKBP Nugroho Dwi Karyanto tampak ramai. Sejumlah perwira dijajaran Kapolres Natuna itu, sedang berkumpul. Terlihat, Kapolsek Bunguran Timur Kompol M Sibarani. Kabag Ren, Kompol R Sembiring. Kasatintelkam, AKP Sudarto. Kasat Reskrim, AKP Edi Wiyanto. Kasat Binmas, AKP Puji Puryana. Kasat Sabhara, AKP A Rudi P dan Kasat Polairud, IPTU Zulkarnain.

Ada apa gerangan, ramai perwira di ruang kerja AKBP Nugroho di Markas Polres Natuna, di Jalan Adam Malik, Ranai? Rupanya di pagi Kamis 4 Januari 2017, Kapolres perbatasan itu, punya agenda penting, yaitu: melaksanakan giat patroli di Pulau Senoa. Pulau Senoa, salah satu pulau terluar di wilayah Natuna. Terletak di Laut China Selatan. Berbatasan Negara Malaysia Timur.

Sedangkan Natuna, kabupaten seribu pulau, paling utara di Selat Karimata. Berbatasan Negara Vietnam, Kamboja, Brunai, Malaysia, Singapura dan Malaysia Timur. Di jalur pelayaran internasional, Hongkong, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. Kabupaten terkenal sumber daya alam minyak dan gas bumi.

Sementara dalam giat patroli, seusai mengadakan pertemuan diruang kerja, AKBP Nugroho bersama perwira jajarannya, menaiki beberapa unit mobil dinas, menuju Pelabuhan Sepempang. Dibelakang iring – iringan perwira keamanan dan ketertiban masyarakat perbatasan di tengah Negara Asean itu, mobil Dalmas, di isi puluhan anggota Polres Natuna.

Sekitar setengah jam berlalu, AKBP Nugroho tiba di Pelabuhan Sepempang. Di pelabuhan, di sambut Kepala Desa Sepempang Junaidi. Dalam pertemuan, sempat di bahas status kepemilikan tanah Pulau Senoa. Sebab berdasar Keppres Nomor 6 Tahun 2017, status pengawasan pulau terluar, kewewenangan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Sehingga masyarakat pemilik tanah Pulau Senoa harus menghibahkan tanahnya kepada KKP. Kemudian akan diterbitkan Sertifikat Hak Pakai minimal 20 tahun dan maksimal 30 tahun. Seusai pertemuan dengan Kades Sepempang, hari beranjak siang, AKBP Nugroho bersama jajarannya, melanjutkan giat, naik kapal kayu kecil menuju Pulau Senoa.

AKBP Nugroho saat memberi pengarahan kepada anggota di Pulau Senoa

Beberapa kapal kayu kecil, milik masyarakat tempatan, biasa membawa penumpang, di carter menuju pulau batas akhir ujung utara Negara Kesatuan Republik Indonesia itu. Kapal kecil, bergerak ketengah. Gelombang pasang Musim Utara, disertai angin kencang, mulai memukul badan kapal. Tapi rasa cemas tidak tergambar di raut wajah prajurit Bhayangkara bertugas di perbatasan Indonesia itu.

Hari beranjak tinggi. Waktu makan siang, telah lama berlalu. Akhirnya, AKBP Nugroho bersama jajarannya menginjakan kaki di Pulau Senoa. Di Pulau Senoa, usai makan siang bawaan, para prajurit Bhayangkara itu, membagi dua tim patroli. Satu tim menyisir sebagian pulau. Satu tim lain, menyisir sebagian lagi.

Hasil patroli berjalan kaki, dengan merambah semak belukar, tidak ditemukan sesuatu mencurigakan, terutama dari orang asing masuk illegal. Hanya dalam catatan, empat unit alat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hilang. Bangunan PLTS telah lama berdiri. Di bangun pemerintah pusat.

GOTONG royong usai giat patroli di Pulau Senoa

Ketika petang menyapa. Matahari mulai lelah bersinar, sebelum kembali ke markas, AKBP Nugroho bersama jajarannya, melaksanakan gotong royong, agar Pulau Senoa bersih dari sampah alam dan sampah buangan manusia. Maklum pulau perbatasan nan indah itu, termasuk kawasan wisata bagi masyarakat sekitar.

Di akhir giat, tidak lupa, AKBP Nugroho menaikan Sang Saka Merah Putih, di tiang bendera, berdiri di atas batu besar paling tinggi di seputaran Pulau Senoa. Merah Putih di kibar, pengganti, karena yang lama telah lapuk termakan ganasnya alam.

Dengan di kibar bendera kebanggaan Bangsa dan Negara, diatas batu besar, semakin memperkuat, Polri tetap siaga menjaga pulau di ujung negeri. Agar selalu berada dalam pelukan Ibu Pertiwi. (*andi surya)

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker