Breaking NEWS
22 July 2019

Presiden Ingin Kemitraan ASEAN -India Cipta Kestabilan Kawasan Indo-Pasifik

SESI foto bersama

infonusantara.co.id, INDIA – Ekosistem damai, stabil dan sejahtera harus dapat terbentuk di lingkar Samudera Hindia dan Samudera Pasifik di Lingkar Indo Pasifik. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika berbicara pada KTT Peringatan ASEAN – India sesi Retreat Perdana Menteri India dengan Kepala Negara/Kepala Pemerintahan ASEAN di Rasthrapati Bhawan, Kamis 25 Januari 2018.“Saya percaya melalui ASEAN-lead mechanism dan melalui kemitraan ASEAN-India kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil dan sejahtera dapat tercapai,” ucap Jokowi – biasa di panggil- di lansir dari Biro Pers Setpres.

Menurut Jokowi, konsep Indo-Pasifik secara alami dapat dikembangkan berdasarkan Treaty of Amity and Cooperation of ASEAN dimana semua negara kunci telah menjadi para pihak dari treaty (perjanjian) itu.

“Pengembangan konsep Indo-Pasifik, juga harus dilakukan secara terbuka, transparan, inklusif didasarkan pada habit of dialogue. Dilandasi keinginan bekerja bersama serta menjunjung tinggi hukum internasional,” katanya.

Konsep seperti ini, lanjut Jokowi, maka akan dapat terhindar rivalitas tidak sehat yang dapat menimbulkan “power projection”. Dengan pengembangan konsep Indo-Pasifik akan baik jika dilakukan melalui pendekatan building blocks antara lain melalui penguatan kerja sama bilateral dan pluri-lateral seperti ASEAN-India.

Penguatan mekanisme kawasan seperti IORA di Samudra Hindia, dan ASEAN-lead Mechanisms khususnya East Asia Summit (EAS) Samudra Pasifik. Pengkaitan dan pengintegrasian mekanisme kerja sama Samudra Hindia dan Pasifik.

“Dengan penguatan building blocks akan tercipta kawasan Indo-Pasifik yang menjadi salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi, pusat perdagangan dan industri dunia,” tuturnya.

Jokowi menggarisbawahi bahwa kerjasama maritim adalah kunci dalam pengembangan arsitektur kawasan Indo-Pasifik dan Indonesia memiliki komitmen kuat meningkatkan kerjasama maritim, baik melalui IORA maupun EAS.

“Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan penghargaan atas dukungan India terhadap sentralitas ASEAN. Saya optimis, ASEAN dan India akan dapat menjadi tulang punggung kerjasama Indo-Pasifik,” ucapnya.

Di awal pidato, Jokowi mengatakan bahwa tahun lalu, diperingati 50 tahun berdirinya ASEAN. Pada saat hampir bersamaan, diperingati 25 tahun kemitraan ASEAN-India.

“Jika selama 50 tahun, ASEAN telah berhasil menciptakan ekosistem perdamaian dan kesejahteraan di Asia Tenggara, maka kemitraan ASEAN-India juga harus dapat memberikan kontribusi sama untuk kawasan lebih luas,” kata Jokowi

Turut hadir mendampingi Jokowi dan Ibu Negara Iriana, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Sebelum mengikuti retreat, Jokowi bersama Ibu Negara Iriana terlebih dahulu menghadiri jamuan makan siang untuk Kepala Negara/Pemerintahan Anggota ASEAN bersama Presiden India Ram Nath Kovind dan Ibu Savita Kovind yang diakhiri foto bersama.

Setelah retreat, Jokowi bersama Kepala Negara/Kepala Pemerintahan ASEAN lain dan Perdana Menteri India Narendra Modi berjalan kaki menuju Mughal Gardens untuk mengikuti foto bersama.

Pada saat foto bersama, Jokowi berdiri di antara PM Kamboja dan PM Laos. Petang hari, Jokowi akan mengikuti upacara penyambutan ASEAN – India Commemorative Summit dan peluncuran ASEAN – India Commemorative Stamps di Hotel Taj Diplomatic Enclave, New Delhi. (*andi surya)

336x280ad