PT Latrade Batam Indonesia dengan Berbagai Penghargaan

Mr PN Teo Presiden Direktur PT Latrade Tanjung Uncang
Mr PN Teo Presiden Direktur PT Latrade Tanjung Uncang, Batam

infonusantara.co.id, Batam – Kawasan Industri PT Latrade Batam Indonesia sejak berdiri lima belas tahun lalu, telah beberapa kali mendapat penghargaan. Bahkan boleh disebut, hampir setiap tahunnya meraih penghargaan dari berbagai lembaga pemerintah maupun mendapat apresiasi dari luar negeri. PT Latrade Batam Indonesia yang mengelola kawasan Industri seluas kurang lebih 70 hektar berlokasi di Kelurahan Sei Binti Tanjung Uncang Kecamatan Sagulung kota Batam, di dalamnya tergabung belasan perusahaan dari berbagai Negara maupun dari dalam negeri. Di antaranya Singapura, Jerman, Jepang dan berbagai Negara lainnya. Beberapa perusahaan yang berdiri di kawasan Industeri PT Latrade Batam IndonesiPT1a, bergerak dan memproduksi berbagai jenis manufacturing. Seperti PT Espro Batam yang merupakan industry plastic wood manufacturing dari Singapura. PT Bioworld Biosciences dari Jerman, PT SKP Marine Enginering dari Singapura. PT Furniplus Asia dari dalam negeri (Indonesia) dan beberapa perusahaan lainnya.

Namun salah satu produksi dari   kawasan Industri PT latrade   yang paling menonjol dan mendapat perhatian sejak beberapa tahun terkahir ini adala produksi PT Green Resources Material (GRM) Batam. Produksi dari PT GRM yang berada di kaPT7wasan Industri PT Latrade Batam Indonesia ini   berupa bahan bangunan dari bahan baku kayu anti rayap. Untuk memperluas dan pengembangan pro­duk bahan bangunan yang terbuat dari bahan baku kayu ini, maka   diadakan   MoU antara PT Latrade Batam Indonesia dengan pusatnya Green Resources Matrial Biowood SA di Jakarta   yang disaksikan Direktur pengembangan promosi dan citra Kementetrian perdagangan RI 10 Oktober 2014 lalu.

PT8Kawasan Industri PT Latrade Batam Indonesia, juga tak pernah sepi kedatangan para pehabat maupun investor sejak berdiri 15 tahun silam. Ta­hun 2008 lalu misalnya,   launching beberapa perusahaan yang dilakukan langsung Kepala BP Batam Ir Mustofa Wijaja yang mengundang se­jumlah wartawan lokal maupun dari Ibukota, Seperti apa produk bahan bangunan berbahan baku kayu PT. Latrade Batam, tentunya masyarakat terutama masya­rakat Batam ingin mengetahuinya lebih mendalam.   Humas PT Latrade Arin Effendy secara panjang lebar memaparkan, bahan bangunan berbahan kayu itu lebih dikenal dengan ‘wooden bui­lding/wood pbc; Pengembangan jenis produk bahan bangunan itu sampai saat ini   sudah menghasilkan   200 jenis (desain) bahan bangunan kayu. Pimpinan atau Direktur PT Latrade Batam Indonesia Mr PN Teo kepada wartawan beberapa waktu lalu menjelaskan,   banyak negara di dunia yang memproduksi jenis yang sama. Namun, kebanyakan ha­nya memproduksi 7-10 jenis saja.   Sementara   yang pertama memproduksi hingga 200 jenis adalah PT latrade Batam Indonesia, bebernya.   Dikatakan, sampai akhir hidupnya nanti,     ingin memproduksi 3.000 – 5.000 jenis. Masih kata Mr PN Teo, awalnya   produknya tersebut hanya dipasarkan di Eropa, China, SingaPT6pura, Australia dan Jepang. Namun, seiring dengan tingginya minat miliader Indonesia untuk membangun rumah kayu, produknya itu kini dipasarkan di Jakarta dan Batam. “Nah, di Batam sudah ada beberapa orang berduit yang menggunakan pro­duksi kita. Ada di Perumahan Sukajadi dan lainnya. Khususnya untuk warga Batam, pembelian bisa langsung ke perusahaan kita. Bisa melihat langsung semua jenis bahan bangunan yang kita produksi,” tambahnya lagi.

Dengan 200 jenis produknya tersebut, konsumen makin mudah membangun rumah mulai dari tiang, lantai, dinding, jendela, kamar, kamar mandi, tangga, lemari, meja, tempat tidur, rak teve, rak piring, dapur, dan lainnya.   Mr PN Teo menambahkan,   bahan bangunan tersebut berbahan kayu dicampur dengan bahan kimia dan perekat. Bahan kayu dan kimianya tersebut didatangkan dari Jerman, Amerika Serikat, Jepang dan Indonesia. Umumnya, bahan kayu tersebut adalah bekas-bekas seperti serbuk dan sisa-sisa pemotongan kayu. “Produk ini sangat ramah lingkungan. Sebab, kita menggunakan sisa potongan kayu. Bukan asal menebang kayu,” paparnya lagi.

Arin Efendy menyebut, mengutip keterangan Mr   Teo, meski bahannya terbuat dari kayu dan kimia, namun dinyatakan bebas dari racun.   Jika mengandung rPT5acun, tak mungkin bisa diexpor ke berbagai Negara dan benar-benar bebas racun dan sangat aman dipakai, jelasnya.   Teo menambahkan,   banyak keuntungan men­ggunakan bahan bangunan ini, jika dipakai di dalam ruangan bisa tahan hingga 100 tahun tanpa harus dicat ulang. Jika di pakai di luar ruangan misalnya, lantai luar, tangga, dinding dan lainnya bisa bertahan 30-50 tahun. Semua bahan bangunan ini anti rayap, jika terbakar tidak mengeluarkan api (hanya bara), tak perlu di cat ulang, penggunaan mudah, fleksibel, bisa didesain sesuai keinginan si pemilik rumah (gedung), serta pemasangan mudah.

Meski menggunakan bahan perekat dan kimia, namun wood pbc tersebut masih bisa di cat karena masih memiliki kandungan air 5 persen. Jika kayu biasa, harganya mungkin 70 persen dan upah pasang 30 persen. Kalau menggunakan ini, harganya bisa 70 persen dan upah pemasangan 30 persen. Jadi ti­dak terlalu mahal,” tambahnya lagi. Wood pbc ini juga bisa di desain me­nggan­ti­kan gorden maupun gordyn dan asbes rumah. Jika atap bocor, kayunya tidak la­puk karena daya se­rap airnya sangat kecil. “Suasana di dalam rumah pun hangat. Saat matahari panas, suhu rumah tak panas. Karena kayu ini tak menyimpan panas seperti tembok,” ungkapnya.

Konsep pembangunPT3an rumah orang kaya dengan tak kaya mulai terbalik. Selama ini, pembangunan dari batu alias beton merupakan pembangunan rumah untuk orang kaya. Sedangkan rumah dari kayu dilakukan warga berpenghasilan pas-pasan. Sejak harga kayu mahal, pembangunan rumah beton menjadi pilihan utama bagi orang yang berpenghasilan sedang. Sedangkan rumah kayu paling diminati kelas atas baik pengusaha, pejabat dan lainnya.

Berbagai penghargaan yang pernah diterima kawasan PT Latrade Batam Indonesia, dari PemkoBatam tahun 2010 saat perayaan HUT Kota Ba­tam berupa Award Ma­dani kota Batam, kemudian tahun pada bulan Oktober 2014 lalu. Tahun 2015, kawasan Industri PT Latrade Batam Indonesia kembali mendapat penghargaan bersempena Hari Bakti BP Batam berupa penghargaan atas prestasi PT Latrade Batam dalam bidang penghijauan.(Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *