Rangkai Pertahanan, Dandim Perbatasan

DANDIM di Pantai Pulau Kepala

Dandim 0318/Natuna Letkol (Inf) Ucu Yustiana kunjungan kedinasan ke Pulau Serasan. Pulau kecamatan itu, berbatasan Sematan, Malaysia Timur.

infonusantara.co.id, NATUNA – Rumah dinas Ucu Yustiana di Jalan Batu Sisir, Ranai, tampak ramai, Jumat siang 6 Oktober 2017. Rumah dinas Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0318/Natuna itu ramai, si empunya rumah harus bergegas ke Pelabuhan Selat Lampa. Berseragam loreng TNI Angkatan Darat, di temani dua anggota, Kepala Seksi Inteligen dan Keamanan Kodim 0318/Natuna Kapten (Inf) Narta serta Sersan Satu Aji Wibowo, Dandim ingin segera tiba di tempat tujuan, dengan jarak tempuh 90 kilometer. Dua jam berlalu. Akhirnya, Dandim tiba di Pelabuhan Selat Lampa. Sejumlah masyarakat mengenalnya, berkumpul. Tegur sapa, sambil bercengkrama.

Bukan rahasia, pemimpin pertahanan darat kabupaten kepulauan di tengah negara Asean ini, sangat dekat dengan masyarakat. Selama bertugas, berbagai kegiatan dilaksanakan institusinya, selalu menyentuh kepentingan masyarakat. Misal, kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), donor darah, senam pagi bersama, terbaru, sunatan masal.

Dua jam bercengkrama. Yang di tunggu Dandim, akhirnya tiba. Kapal penumpang, KM Bukit Raya. Rupanya di Jumat cerah itu, Dandim bersama personilnya, akan kunjungan kedinasan ke Pulau Serasan. Pulau kecamatan itu, cukup jauh, sekitar 10 jam perjalanan menggunakan transportasi laut, jenis kapal Pelayaran Nasional Indonesia, atau Pelni.

Serasan, sebuah kepulauan berbatasan langsung Sematan, Malaysia Timur. Sehingga, kebutuhan sembilan bahan pokok masyarakat, dominan asal negeri Kerajaan itu, tidak bisa di hindari. Karena sejak zaman purba hingga zaman dunia maya, masyarakat Serasan yang kini bertambah satu kecamatan, yaitu: Serasan Timur itu, lebih dekat ke Sematan.

DANDIM memantau peralatan komunikasi Koramil 06/Serasan

Malahan, sebagian masyarakat Serasan, berdomisili di sana. “Saya kunjungan kedinasan ke Serasan, ingin memantau personil, kantor dan asrama Koramil 06/Serasan,” bisik Dandim ketika berbincang-bincang santai kepada sejumlah awak media yang diajak berkunjung bersama. “Sekaligus, kita memantau pulau-pulau paling terdekat dengan Malaysia Timur, dan mendukung giat pariwisata Serasan.”

Bincang-bincang santai di lantai enam belakang KM Bukit Raya, dengan suguhan kopi hangat, dan cemilan ringan. Di buritan kapal Pelni itu, tersedia kafe sederhana. Sementara siang beranjak petang, matahari ingin kembali ke peraduan. Keindahan alam membawa kedamaian. Apalagi di dukung suasana lautan sangat teduh, bagai berlayar di atas permadani biru.

KM Bukit Raya terus berlari membelah lautan, menuju Serasan. Sebelum tiba ketujuan, singgah di Pulau Midai. Di pulau kecamatan itu, kapal berlabuh di tengah laut. Maklum, Midai belum terbangun infrastruktur pelabuhan memadai. Sehingga naik turun penumpang di tengah laut menggunakan kapal kecil milik masyarakat tempatan.

Namun, ketika alam bersahabat, naik turun penumpang, tidak membahayakan. Alam kurang bersahabat, sangat rentan mengancam jiwa. Kisah jatuh penumpang di tengah laut, di anggap lumrah. Jadi pemerintah harus segera cari solusi. Nyawa rakyat, bukan sebutir garam di tengah lautan.

Giat Dandim di ujung negeri

DANDIM memantau sumber air Koramil 06/Serasan

Matahari belum tinggi, Sabtu 7 Oktober 2017. Embun pagi masih menguasai samudera. Namun samar-samar mata Dandim melihat pulau di ujung negeri. Serasan, nama pulau besar itu. Negeri perbatasan Sematan, yang akan di tuju. Berseragam loreng TNI Angkatan Darat, tidak pernah lepas di badan, tampak wajah gembira petinggi penjaga kedaulatan darat perbatasan ujung utara Indonesia itu.

Penjaga kedaulatan darat, bahasa di semat dari tugas, pokok dan fungsi TNI Angkatan Darat. Nyatanya di Natuna, negeri kepulauan, Kodim 0318/Natuna, salah satu pasukan teritorial TNI Angkatan Darat, mempunyai tupoksi darat dan laut. Sebab, sejumlah Koramil dan Babinsa, bertugas di pulau-pulau, antara lain, Koramil 06/Serasan.

Sehingga lumrah, Dandim harus menyeberangi lautan, memantau anggotanya. “Setelah kita pantau Koramil 06/Serasan,” kata Dandim, dengan mata tertuju di Pulau Serasan yang hampir di gapai KM Bukit Raya. “Kita akan berkunjung ke Pantai Sisi.”

Pantai Sisi, pantai terindah di Serasan. Salah satu pantai berhasil menyandang status sebagai pantai alam terbaik di dunia, versi Majalah Islands, edisi September 2006. Garis pantai panjang, membentang luas dengan butiran pasir halus bak salju. Sekitar perairan sangat bening, aneka rupa terumbu karang terjaga.

DANDIM memantau kondisi kantor dan asrama Koramil 06/Serasan

Pantai Sisi, surga bagi para penikmat wisata bahari. “Selamat datang Komandan,” salam hormat Komandan Koramil 06/Serasan Kapten (Arn) Setya Budi, ketika KM Bukit Raya merapat di Pelabuhan Serasan. Kapal Pelni itu, seakan-akan mencolok, dari kapal lain yang tambat dan labuh sekitar laut. Mengingat badan KM Bukit Raya sangat besar hingga ribuan tonase.

Dandim bersama anggota, Kapten Narta dan Sertu Aji Wibowo, serta sejumlah awak media bergegas menuju mobil jemputan. Mobil berjalan perlahan, menyusuri jalan menuju kantor, sekaligus asrama Koramil 06/Serasan. Ketika tiba, Dandim beserta rombongan disambut ibu-ibu Persit Koramil 06/Serasan.

Dandim segera memantau perangkat komunikasi, salah satu alat vital bagi TNI Angkatan Darat, jika akan menyampaikan situasi keamanan negara di perbatasan. Tidak lupa, Dandim memberi motivasi ibu-ibu Persit, selalu mendukung suami mengemban tugas dan terus membina hubungan baik pada seluruh masyarakat. “Jangan lupa, TNI Angkatan Darat juga harus terus berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut dan Kepolisian Sektor Serasan,” terang Dandim. “Semua itu, demi kepentingan bangsa dan negara.”

Usai memantau kondisi Koramil 06/Serasan, Dandim beserta rombongan berkunjung ke Pantai Sisi. Di pantai indah itu, Dandim beserta rombongan, didampingi Kepala Pos TNI Angkatan Laut Serasan Letnan Dua Supryanto, Kapolsek Serasan Inspektur Satu Sugiman serta sejumlah unsur pejabat kecamatan.

Pantai yang kini menjadi nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) itu, Dandim ikut serta gotong royong membersihkan pantai, serta melepaskan anak penyu alias tukik. “Melihat keindahan alam Pantai Sisi, saya  menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaganya,” kata Dandim. “Termasuk habitat penyu yang hampir punah.”

Akhir kunjungan, Dandim memantau Pulau Kepala

DANDIM melepas ratusan ekor tukik di Pantai Sisi

Pulau kecil berbatu, serta berpasir putih, kaya sumber daya alam (SDA) itu, punya tiga nama. Di peta resmi Indonesia tertulis Pulau Kepala. Sebagian masyarakat Natuna, mengatakan Pulau Cepala. Masyarakat Kecamatan Serasan dan Subi, yang dekat pulau, menyebut Pulau Cepale.

Dengan punya tiga nama, pulau masuk wilayah Serasan dan berbatasan Malaysia Timur, kaya SDA terutama perikanan itu, dikabarkan diperairannya, tersimpan dua sumur minyak dan gas (migas). Ada dua blok migas antara Pulau Cepale dengan Subi.

Pulau itu, berdekatan Tanjung Datok, Malaysia. Terdengar kabar, beberapa tahun silam, Pemerintah Malaysia pernah membangun mercusuar disana. Tapi segera di bongkar, setelah Pemerintah Indonesia protes.

Kabar lain, mercusuar pernah di bangun Pemerintah Malaysia, di Tanjung Datok, bukan di Pulau Kepala. Karena Tanjung Datok berstatus quo. Sementara Pulau Kepala, lokasi penyu bertelur. Di perairan, banyak ikan kakap, ungar, manyuk, ketambak, kaci, dan timun.

DANDIM sedang berjalan di Pantai Pulau Kepala

Pulau itu tidak berpenghuni. Infrastruktur terbangun hanya dermaga kayu sederhana dan mercusuar. Kedalaman perairan berkisar 1 hingga15 meter. Terletak di laut Natuna atau bagian Laut China Selatan. Pulau Kepala, sebelah utara berbatasan Kecamatan Subi, Tambelan  (Kabupaten Bintan) dan Provinsi Kalimantan Barat. Sebelah Barat berbatasan Laut Natuna dan Midai. Sebelah Timur berbatasan Malaysia Timur. Bulan-bulan tertentu, terkenal dengan ombak besar, tinggi dan ganas.

Jadi di pulau tidak berpenghuni itu, Dandim beserta rombongannya berkunjung. Bermula dari Pelabuhan Batu Ampar, Serasan, Dandim menaiki kapal kecil ke Pulau Kepala. Di pulau itu, akhir kunjungan kedinasan Dandim ke Serasan. Sebab, ke-esokan pagi, ia beserta rombongannya akan menaiki KM Bukit Raya yang putar haluan kembali ke Serasan – Natuna, sebelumnya singgah ke Pontianak, Kalimantan Barat. (*andi surya)