Breaking NEWS
17 October 2018

Siaga Teror Bom, TNI AU Jaga Warga Perbatasan

LETKOL Fanny mempersilahkan kenderaan lewat Markas Lanud RSA Ranai

infonusantara.co.id, NATUNA – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad (Danlanud RSA) Ranai Kolonel (Pnb) Prasetya Halim menginstruksikan jajarannya menjaga jalan sepanjang markas, agar menghindari gejala dini tindak pidana terorisme, seperti terjadi di Jakarta dan Surabaya, baru-baru ini.

Di dua kota kawasan Pulau Jawa itu, terjadi pengeboman dilakukan teroris di Markas Brimob Jakarta, serta di sejumlah Gereja dan Markas Polresta Surabaya. Sehingga korban nyawa tak terelakkan, dari aparat Kepolisian hingga masyarakat.

Sementara, penjagaan dilakukan personil Markas Lanud RSA Ranai, karena satu landasan dengan bandara sipil kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean ini.

PERSONIL Lanud RSA Ranai berjaga

“Sedikit pun kita tak pernah curiga, masyarakat Natuna akan melakukan atau terpengaruh bujukan pelaku tindak pidana terorisme,” kata Kolonel Prasetya, Selasa 15 Mei 2018 siang. “Kita hanya antisipasi, pelaku terorisme diam-diam datang di kabupaten ini, melakukan aksi teror.”

Sebagai salah satu kabupaten kepulauan di garda terdepan, Natuna harus di jaga, demi Marwah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tak di pungkiri, pintu masuk logistik luar negeri, dari laut kawasan perbatasan.

“Kita minta peran serta masyarakat, turut serta menjaga kabupaten ini,” kata perwira melati tiga itu. “Jika ditemui para pendatang mencurigakan, jangan segan melapor ke pos-pos penjagaan TNI/Polri terdekat.”

PEMERIKSAAN salah satu kenderaan

Segendang seirama pernyataan Kepala Dinas Operasi Lanud RSA Ranai Letnan Kolonel (Pom) Fanny Phlilip. Menurut perwira melati dua itu, masyarakat Natuna tak mungkin akan melakukan atau terpengaruh bujuk rayu pelaku tindak pidana terorisme. Mengingat masyarakat kabupaten ini, sangat ramah, dan saling menjaga keharmonisan.

Namun, antisipasi tetap harus dilakukan, demi masuknya faham-faham teror di bawa pendatang dari luar daerah. Jadi, Letkol Fanny menghimbau, seluruh elemen masyarakat turut menjaga kondusifitas daerahnya.

“Kepada Pak RT/RW, mohon di pantau pendatang yang tinggal di rumah-rumah kos,” terangnya. “Jika merasa ganjil tindak tanduk pendatang itu, jangan segan lapor ke pos-pos penjagaan TNI/Polri terdekat.”

TRUCK baru keluar dari bandara tak luput dari pemeriksaan

Sedangkan Kolonel Prasetya menguntruksi jajarannya menjaga jalan menuju markas, paling utama demi keselamatan masyarakat Natuna. Sebagai aparat keamanan udara di ujung utara Indonesia, keselamatan bangsa dan negara, tetap nomor satu.

“Kita melakukan penjagaan sedikit ekstra ketat, demi kepentingan kabupaten ini,” tegasnya. “Kami bukan ingin membikin resah masyarakat Natuna.”

Pantauan lapangan, dari pagi hingga malam, sejumlah personil Lanud RSA Ranai berjaga di sepanjang jalan markas-nya. Setiap kenderaan lewat, dengan sopan santun, mereka minta berhenti sebentar. Lalu dilakukan pengecekan.

SUASANA pemeriksaan

“Giat penjagaan ini, berhenti, jika benar-benar Indonesia aman dari tindak pidana terorisme,” kata Kolonel Prasetya. “Semoga Natuna aman, terhindar dari pelaku terorisme,” doanya. (*andi surya)