SIMPEL, Kementerian Lingkungan Hidup dan HKBP Lawe Sigalagala : BERKOLABORASI UNTUK BUMI KEMBALI BERSERI

infonusantara.co.id, Aceh Tenggara – Isu lingkungan merupakan isu yang sangat hangat dibicarakan, tak hanya dalam skala nasional bahkan juga internasional, hal ini dikarenakan isu lingkungan menyangkup hajat hidup seluruh manusia  dan makhluk hidup di dunia ini.

Keadaan bumi yang saat ini semakin memprihatinkan tentu tidak bisa dianggap remeh. Kenaikan suhu panas bumi dan perubahan iklim bukan hal yang dapat begitu saja diacuhkan. Berbagai hal, sangat perlu dilakukan untuk melihat kembali bumi berseri, mulai dari penghijauan, hingga penyadaraan terkait keadaan bumi yang semakin kritis.

SIMPEL (Solidaritas Mahasiswa Peduli Lingkungan),  yakni komunitas yang konsen dalam isu-isu lingkungan telah melakukan beberapa aksi hijau dan sosialisasi seperti di Sianjur Mula – Mula (bekerja sama dengan Rumah Belajar Sianjur Mula-Mula), di berbagai sekolah di kota Medan yang turut melibatkan siswa di SMPN 17 Medan, SMP Yayasan Budi Insani, hingga di Sekolah Dasar Negeri yang berada di Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, hingga membuka lapak baca di Lapangan Merdeka dan Taman Teladan dengan di bumbui pertunjukkan membaca puisi yang mengangkat isu lingkungan sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang memprihatinkan.

Antusias siswa saat melakukan penanaman bibit tanaman.

Antusias siswa saat melakukan penanaman bibit tanaman.

Melihat dari berbagai aksi maupun sosialiasi yang pernah di lakukan oleh komunitas tersebut, Kementerian Lingkungan Hidupmenggandeng SIMPEL untuk melakukan kegiatan di Desa Lawe Sigalagala, Kecamatan Lawe Sigalagala Kabupaten Aceh Tenggara dengan sasaran kegiatan yaitu melibatkan jemaat dan siswa tingkat TK – SD – SMP – SMA Yayasan Pendidikan Kristen (YKP) HKBP Lawe Sigalagala, dengan menanam 500 bibit tanaman hias dan buah di lingkungan gereja HKBP dan sekolah YKP HKBP Lawe Sigalagala. Kegiatan ini dilakukan dari tanggal 7 – 8 Oktober 2017.

Jemaat HKBP Lawe Sigalagala distrik XII Tanah Alas mengapresiasi kegiatan yang di usung oleh Kementerian Lingkungan Hidupbekerja sama dengankomunitas SIMPEL. Perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup Sahat Tua Berutu  menyatakan bahwa  hal tersebut merupakan suatu upaya yang perlu di tiru oleh gereja lainnya sebagai wujud dari tanggungjawab manusia beriman, sebagaimana bumi ini juga merupakan titipan Tuhan yang harus di jaga. Sahat menambahkan kegiatan ini merupakan upaya dalam meminimalisir bencana alam , mengingat sebelumnya Kecamatan Lawe Sigalagala dilanda bencana banjir bandang pada 14 April 2017 silam, yang menelan 2 korban jiwa. Menurut Sahat, upaya ini merupakan salah satu bentuk dalam merubah paradigma generasi muda menjadi bertanggung jawab, dimana hal tersebut sangat dibutuhkan dalam pengelolaan lahan terutama diKecamatan Lawe Sigalagala yang memiliki topografi perbukitan dan dikelilingi oleh hutan. Sahat berharap aksi pendidikan lingkungan di yayasan HKBP ini akan menjadi suatu metode persuasif bagi siswa – siswi sekolah kepada orang tua mereka betapa pentingnya keseimbangan alam dalam mengelolah lahan mereka, mengingat dampak bencana banjir bandang yang terjadi di Lawe Sigalagala diindikasi karena kurangnya pemahaman masyarakat sekitar dalam mengelolah alam.

Sahat Tua Berutu memberikan piagam penghargaan dan bibit secara simbolis kepada jemaat dan siswa HKBP Lawe Sigalagala.

Sahat Tua Berutu memberikan piagam penghargaan dan bibit secara simbolis kepada jemaat dan siswa HKBP Lawe Sigalagala.

Antusias siswa juga begitu tinggi, sejak penyampaian materi yang di lakukan oleh kader SIMPEL, Bastian Siregar. “Menurut saya, siswa yang mengikuti pendidikan lingkungan ini, sangat antusiasdalam mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi hingga aksi penanaman pohon. Harapan saya dan rekan – rekan SIMPEL, para siswa yang mengikuti pendidikan lingkungan ini, mampu memberi pengaruh yang positif untuk sekitarnya, sehingga masyarakat disekitarnya lebih sadar dan bertanggungjawab akan lingkungannya” ujar bastian.

Dalam kesempatannya, Pendeta Resort Lawe Sigalagala berharap kepada perwakilan kementerian lingkungan hidup Sahat Tua Berutu dan  Bastian Siregar selaku perwakilan dari SIMPEL, agar kegiatan ini terus bersinergi, dengan melibatkan jemaat HKBP Lawe Sigalagala dan siswa – siswi di lingkungan YKP HKBP Lawe Sigalagala.

Pemberian Cendramata dari HKBP Lawe Sigalagala kepada kader SIMPEL, Bastian Siregar.

Pemberian Cendramata dari HKBP Lawe Sigalagala kepada kader SIMPEL, Bastian Siregar.

Dalam memperbaiki lingkungan sangat diperlukan suatu kerjasama dan kolaborasi antar berbagai pihak. Melalui kegiatan ini, SIMPEL dan Kementerian Lingkungan Hidup serta Gereja HKBP mengajak berbagai pihak untuk saling bersinergi, berkolaborasi demi terwujudnya bumi yang berseri. (Andreas)