SKETSA KASDIM DI TMMD 98

FOTO Kasdim 0318 Natuna bersama sketsanya

FOTO Kasdim 0318 Natuna bersama sketsanya

infonusantara.co.id, NATUNA – Sketsa Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) 0318 Natuna Mayor Infanteri Oki Fikriyansah menggambarkan secara detail tentang kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 98 di Dusun Segeram, Rabu 19 April 2017. Sketsa di lukis menggunakan tinta pena dengan kanvas kertas di kirim melalui Grup WhatsApp itu, bercerita suka cita masyarakat dusun di bawah naungan Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat. Salah satu suka cita, karena dusun mereka tidak terisolir. Mengingat terbuka akses jalan tanah sekitar lima kilometer ke Desa Kelarik, Ibukota Kecamatan Bunguran Utara.

Padahal, sejak zaman purba, hingga Natuna menjadi kabupaten 17 tahun silam, Segeram sulit di tempuh jalan darat. Akses jalan termudah, dan memakan biaya mahal melalui jalan laut. Cerita terbuka jalan darat, dengan muncul gambar kenderaan roda dua dan empat, di sudut kanan atas kanvas. Di bawah kiri kanvas, Oki menggambarkan rumah Ketua Rukun Warga 07 Segeram Sumiati. Rumah di samping dermaga itu, menceritakan seseorang sedang membuang hajat, akan di terkam buaya, muncul di dalam air sungai.

Sketsa diartikan, masyarakat Segeram sangat terbantu atas terbangun MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di beberapa titik di perkampungan. “Kemarin saya ke Ranai Pak,” kata Ismail, warga Segeram, di cerita Oki melalui Grup WA yang sama. “Saya terimakasih kepada Bapak TNI, sudah mewujudkan mimpi bisa ke Kota Ranai,” kata pria 50 tahun, sebelum terbuka akses jalan darat, tidak pernah ke ibukota kabupaten.

Sofiah, remaja Segeram, usia 16 tahun, putus sekolah. Ia terpaksa putus sekolah ketika duduk di bangku kelas satu SMP. Menurut gadis cantik itu, tulis Oki,¬†dahulu ia sekolah di Kelarik. Orang tua pria tidak bisa antar jemput melalui jalan laut, karena sibuk kerja. Sementara jalan darat belum terbuka. Hendak kos, tidak punya biaya. Sekarang keinginan melanjutkan sekolah sangat memungkinkan. Sebab, kata Sofiah, “Jalan darat telah tembus ke Kelarik.”

Warga lain, Sidik, kini merasa Segeram bagai Kota Tanjungpinang, Ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Sebab ia dan masyarakat Segeram ingin ke Kelarik atau ke Kota Ranai, bisa melalui jalan darat. Kata pria berusia 65 tahun itu, “Semoga Bapak TNI selalu di beri kekuatan dan kemampuan demi pengabdian terbaik di kabupaten ujung utara ini.”

Ditulisan lain, Oki menceritakan kegiatan TMMD di Desa Kelarik. Menurut Kasdim 0318 Natuna itu, sebagai wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat, TMMD ke 98, bukan hanya melaksanakan kegiatan fisik, juga non fisik, berupa penyuluhan atau sosialisasi. “Kegiatan ini di isi tiga materi, sosialisasi kegiatan industri rumah tangga, narkoba, wawasan kebangsaan dan bela negara,” kata Kepala Seksi Teritorial Kodim 0318 Natuna Kapten Arteleri Medan Bambang, di aula Kecamatan Bunguran Utara. “Narasumber instansi terkait.”

Sementara, hadir dalam acara penyuluhan atau sosialisasi, sekitar 200 orang, terdiri dari pelajar, masyarakat, tim penggerak PKK dan pegawai kecamatan dan desa. “Saya sangat berterimakasih kepada TNI,” celetuk Amran, warga sekitar. “Dengan terlaksana penyuluhan, generasi muda Bunguran Utara bisa memahami tentang bahaya narkoba.” (*andi surya)