TAMBATAN PERAHU CEMAGA SELATAN BERGELOMBANG

Foto kondisi Dermaga Desa Cemaga Selatan
Foto kondisi Dermaga Desa Cemaga Selatan

infonusantara.co.id, RANAI – Natuna Arifin copy paste status menarik di Facebook Mus Mulyadi, Ahad 23 Oktober 2016. Postingan menarik itu, tentang proyek pembangunan Dermaga Tambatan Perahu Desa Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan, Sabtu 22 Oktober 2016. Menurut Mus Mulyadi, proyek pembangunan Dermaga Tambatan Perahu di Teluk Depeh (diduga Teluk Depeh masuk kawasan Desa Cemaga Selatan-red), tidak sesuai kerjanya. Tolong di selidiki. Kenapa tiang pondasi bisa naik.

Kemungkinan maksud Mus Mulyadi, tolong aparat hukum menyelidiki masalah pembangunan proyek itu. Karena tiang pondasi dermaga, sesuai gambar, turun naik tidak rata alias badan dermaga bergelombang bagai ular. “Pondasi dermaga tidak lengket tanah,” komentar Mus Mulyadi di statusnya. “Turun naik,  mungkin ingin ikut gelombang,” balas Harun Z. “Bagus juga dermaganya. Profesional habiskan uang,” komentar Rudiyanto Natuna.

Copy paste Natuna Arifin, Kamaruddin Saban berkomentar, mantap kerja kontraktor. Kalau air pasang, bisa naik turun badan dermaga. “Saya rasa mungkin kurang besar anggaran proyek,” balasan Idris_Aa Canyk. “Ya,  kita salut dengan kontraktor. Dana minim sekitar Rp90 juta, bisa membangun,” Kamaruddin Saban membalas lagi. M. Surat memberi solusi, agar dilakukan perbaikan pada anggaran berikutnya. “Bagus tidak usah bangun desa lain. Bangun desa itu saja. Mati kalau macam begitu,” komentar pedas Idris_Aa Canyk.

Komentar dua postingan itu terus mengalir dari para Facebooker. Mereka sampaikan kritikan dan saran membangun. Jadi hendaknya pihak-pihak berkepentingan dalam pekerjaan proyek segera memperbaiki. Sedangkan dua foto diabadikan Mus Mulyadi, salah satu memberi keterangan melalui tugu peresmian. Di tugu peresmian tersurat, proyek itu bernama Tambatan Perahu. Menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) 2015, Desa Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan. Volume A (2 × 3) M, D (1,5 × 30) M. Dana (DD) Rp90 juta. Diresmikan Camat Bunguran Selatan, Saidir. Namun Ketua Tim Pelaksana Kegiatan tidak jelas namanya. Foto terpotong. Yang jelas terlihat, Sekretaris Tim Pelaksana, Zumri. Bendahara, Eko.

Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi mengajak masyarakat mengawal penyaluran dana desa. Karena, menurut KPK, dengan disahkan Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa merupakan pintu gerbang terwujudnya desa mandiri dan berkembang. “KPK menaruh perhatian tinggi agar implementasi undang – undang desa dapat berjalan baik dan lancar,” tulis KPK dalam siaran pers diterima hukumonline, Selasa 11 Agustus 2015. (*andi surya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *