TERBANG PERDANA, XPRESSAIR DELAY

KETUA DPRD Natuna Yusripandi (ke-empat kiri)

*Pesawat kecil, tiket kisaran Rp800 ribu – Rp1,6 juta

 

infonusantara.co.id, NATUNA – Senyum Rizon Jayadi mengambang di balkon VIP Bandara Ranai, Kamis siang 5 Oktober 2017. Berdiri di depan microphone, Jenderal Manager Xpressair Area Riau, Kepulauan Riau (Kepri), Malaka itu, optimis sebentar lagi, pesawat Xpressair milik maskapainya masuk landasan.

Sambil melihat mesin penghitung waktu di tangan, tepat pukul 12.00 WIB, Rizon akhulyakin setengah jam, tiba. “Kita makan siang dulu. Waktu setengah jam cukup lama. Jadi kita makan bisa sedikit santai,” kata lelaki bertampang klimis, berjaz cukup rapi itu.

Tamu undangan merapat, menuju tepat prasmanan. Terlihat, Ketua DPRD Natuna Yusripandi. Dandim 0318/Natuna Letkol Ucu Yustiana. Danlanud Raden Sadjad (RSA) Natuna, diwakili Kadisops, Letkol (Pom) Fany Philips. Danlanal Natuna, diwakili Dandenpomal, Mayor Laut (CPM) Sukarman.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Natuna Abdullah dan Asisten II Setda Natuna Hardinansyah. Ketua Lembaga Adat Melayu Natuna Wan Zawali.

Usai makan siang, jarum jam hampir merapat ke pukul 12.00 WIB. Pesawat Xpressair, jenis propeler, kapasitas 30 tempat duduk, harga tiket kisaran Rp800 ribu hingga Rp1,6 juta itu, belum tinggal landas. Di pantau diluar angkasa, suara belum terdengar.

Hanya, beberapa burung elang dan bangau, masih menguasai cakrawala kabupaten di tengah negara Asean ini. “Pesawat delay, sekitar 12.30 WIB, baru tiba,” bisik seorang rekan wartawan. “Saya tahu, dari pengumuman orang Xpressair.”

Karena delay atau tunda tiba, setengah jam cukup lama. Satu persatu, tamu undangan, keluar ruang VIP, menuju selasar Bandara. Ada yang duduk di bangku tunggu selasar. Ada yang disudut lantai selasar depan, sambil menghirup asap kendaraan bermotor.

Maklum, mereka duduk di tempat pemberhentian kendaraan akan menurunkan penumpang. “Eh, di delay lagi. Sekitar 12.45 WIB, Xpressair tiba,” bisik seorang rekan wartawan lain. “Lucu, perdana terbang, tiga kali delay,” canda rekan lainnya.

Rekan wartawan itu, punya alasan tiga kali delay, sebab awalnya, Jenderal Manager Xpressair Area Riau, Kepri, Malaka itu mengatakan, pesawatnya akan tiba pukul 12.00 WIB. Tiba-tiba tunda, pukul 12.30 WIB. Kini tiba pukul 12.45 WIB. “Yang mana satu, informasi valid,” katanya.

Suara gemuruh mesin pesawat terdengar “kasar” di angkasa Bandara Ranai. Satu persatu tamu undangan menunju ruang VIP. Pembawa acara menyampaikan, akan membagi tanjak pada sejumlah tamu.

Tanjak di beri ke Asisten I Sekretariat Daerah Natuna Abdullah, mewakili Bupati Natuna. Kadisops, Letkol (Pom) Fany Philips, mewakili Danlanud Raden Sadjad (RSA) Natuna. Dandenpomal, Mayor Laut (CPM) Sukarman, mewakili Danlanal Natuna.

Anehnya, Ketua DPRD Natuna Yusripandi. Dandim 0318/Natuna Letkol Ucu Yustiana. Ketua LAM Natuna Wan Zawali tidak di beri tanjak. “Tanjak ini, hanya simbolis,” kata pembawa acara dengan senyum tidak diketahui maknanya. “Jadi kita beri, tidak semua tamu undangan.” (*andi surya)