TERIMAKASIH TELKOMSEL, NEGERI PERBATASAN KRISIS SIGNAL

TELKOMSEL bangun BTS di Kantor Bupati Natuna setahun lalu
TELKOMSEL bangun BTS di Kantor Bupati Natuna setahun lalu

infonusantara.co.id, NATUNA – Terimakasih di ucapkan kepada Telkomsel, rakyat Natuna, kabupaten di tengah negara Asean ini, dua bulan terakhir, krisis signal. Akibatnya, rakyat negeri perbatasan Indonesia, kaya minyak, gas, perikanan dan pariwisata, mengalami permasalahan berkomunikasi.

Padahal, pengguna jasa jaringan seluler produk Telkomsel, rakyat Natuna paling dominan, hampir mencapai 99 persen. “Kita tidak paham, apa maunya Telkomsel,” kata Nasaruddin, Rabu 13 September 2017. “Padahal, jaringan telekomunikasi produk Telkomsel, satu-satunya harapan bagi kami hidup di perbatasan Indonesia,” kata pria setengah baya, warga Ranai, Natuna itu lagi.

Yang membuat rakyat Natuna merasa heran, timpal Ahmadi, rekan Nasaruddin, ketika pejabat pusat, terutama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berkunjung ke Natuna, beberapa waktu lalu. Tiba-tiba signal telekomunikasi produk Telkomsel, lancar jaya. Setelah Presiden pulang Jakarta, signal kembali krisis.

“Tidak salah, dua kali Pak Presiden berkunjung ke Natuna,” kata Ahmadi, warga Ranai bekerja sebagai nelayan itu. “Apa mungkin, Pak Presiden bawa signal, sehingga Natuna tidak krisis jaringan telekomunikasi,” katanya lagi, setengah bercanda.

Sementara, dilansir dari CNN Indonesia, Telkomsel bercuap-cuap sedang memperluas jangkauan jaringan hingga ke titik terluar, berbatasan langsung beberapa negara tetangga. Cakupan jaringan mencapai Kepulauan Natuna dan Anambas, berbatasan langsung negara Vietnam, Kamboja, Singapura dan Malaysia.

Upaya perluasan akses komunikasi dilakukan Telkomsel, sebagai bagian dari komitmen memberi manfaat di pulau terdepan. “Kehadiran layanan Telkomsel di Natuna dan Anambas, merupakan wilayah perbatasan negara, tentu semakin memperkokoh NKRI. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini merupakan bentuk dukungan Telkomsel memelihara NKRI,” kata Executive Vice President Telkomsel Area Sumatera, Bambang Supriogo dalam keterangan resmi, Rabu 21 September 2016.

Menurutnya, kehadiran sarana telekomunikasi dapat meningkatkan ketahanan nasional sekaligus mempersatukan Indonesia yang tersebar di berbagai pulau. Meski tidak dipungkiri jika kendala mobilisasi perangkat dan medan sulit turut melengkapi perluasan akses jaringan di berbagai daerah.

“Kami berharap semakin terbuka akses telekomunikasi, dapat membantu TNI, khususnya dalam menunjang berbagai kegiatan operasional tentara bertugas di garda terdepan dalam menjaga keutuhan negara,” kata dia.

Dalam perluasan jaringan, anak perusahaan Telkom itu membangun setidaknya 15 Base Tranceiver Station (BTS). Sekitar 10 BTS ditempatkan di Natuna yang menjangkau wilayah Pulau Serasan dan Midai, serta wilayah outer Ranai, termasuk markas baru TNI yang ada di Kompleks Kesatrian Kompi Komposit Marinir TNI AL, Bunguran Selatan.

Sementara, lima BTS sisa, dibangun di Anambas yang melayani Terempa. Disebutkan, dari 15 BTS baru itu, 13 BTS diantaranya merupakan kategori BTS 3G. Dengan penambahan itu, maka Telkomsel secara total telah mengoperasikan 59 BTS, termasuk 22 BTS 3G yang telah menyelimuti area Pulau Natuna dan Anambas.

Dengan adanya kualitas layanan komunikasi setara kota besar di Indonesia, perluasan penggelaran jaringan layanan Telkomsel di Natuna dan Anambas diharapkan bisa mendukung percepatan pertumbuhan perekonomian dan kemasyarakatan. Selain itu, mampu menjadi katalisator dalam mempromosikan potensi daerah, sekaligus bermanfaat bagi daya tarik investasi, peluang usaha, bahkan lapangan kerja baru.

Nyatanya, mendekati akhir September 2017, layanan jaringan Telkomsel, tetap krisis. Terutama dua bulan terakhir. Jangankan, berkomunikasi, jaringan internet digadang-gadang 3G hanya sebuah mimpi tidak bertepi. “Terimakasih Telkomsel,” kata Herman, salah seorang warga Natuna. “Anda termasuk provider besar bual yang kami pernah kenal,” katanya lagi, dengan logat Melayu kental. (*andi surya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *