Breaking NEWS
18 June 2019

Tugas di Perbatasan, Dandim: Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung

DANDIM 0318/Natuna Letkol (Czi) Ferry Kriswardana swafoto dengan pengurus GM FKPPI 3015/Natuna

infonusantara.co.id, NATUNA – “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung,” peribahasa acap diucap Letkol (Inf) Ferry Kriswardana disela-sela bincang-bincang sambil ngopi bareng dengan pengurus GM FKPPI 3105/Natuna di Gedung Pertemuan Markas Kodim 0318/Natuna, usai giat Komsos Keluarga Besar TNI, Kamis siang kemarin. “Dimana pun kami ditugaskan, amanah harus dilaksanakan sungguh-sungguh.”

Jadi, ketika mendapat amanah menjadi Dandim 0318/Natuna, dan membawahi Kabupaten Kepulauan Anambas, perwira melati dua itu, tetap merasa senang. Meski, Natuna – Anambas, dua kabupaten kepulauan perbatasan, serba terbatas transportasi laut dan udaranya.

“Saya senang bertugas di dua kabupaten perbatasan ini,” kata Taruna Akademi Militer Tahun 2000 itu. “Alam Natuna – Anambas sangat indah. Layak menjadi wisata unggulan Indonesia diperbatasan,” katanya lagi, sambil menambahkan, selama bertugas di Natuna, ada waktu luang, ia blusukan ke pelosok desa, menggunakan motor Trail.

“Tiga bulan bertugas di Natuna, kini terbentuk kembali Komunitas Trail,” terangnya. “Komunitas ini bukan hanya menjajaki alam Natuna, kami juga memantau kehidupan masyarakat pelosok desa.”

Memantau kehidupan masyarakat pelosok desa, Ferry menjadi teringat awal bertugas menjadi Dandim 0318/Natuna. Awal bertugas itu, ia minta para Babinsa di Natuna – Anambas melaksanakan giat mencari dan memberi bantuan warga kurang mampu sebatas kemampuan para Babinsa.

Misal, membantu warga sakit tetapi tidak mampu berobat, mengalami keterbelakangan mental dan sebagainya. Setiap memberi bantuan, giatnya dikabarkan melalui Grup WhatsApp internal Kodim 0318/Natuna. Namun beberapa minggu berjalan, tak terdengar kabar berita memberi bantuan itu.

“Saya sempat buat status di WA internal,” terangnya. “Alhamdulillah, hebat desa-desa di Natuna – Anambas, warganya tidak ada yang miskin, kaya semua. Tak terdengar kabar, warga miskin, tak ada masyarakat mengalami keterbelakangan mental. Sepertinya tidak ada memerlukan uluran tangan kita.”

Tak lupa, Ferry menyatakan dalam status, ketika mengunjungi sejumlah Koramil akan blusukan ke desa-desa, melihat warga kaya-kaya itu. “Besoknya, saya mendapat laporan di WA internal, para Babinsa memberi bantuan warga miskin ditempat tugasnya. Antara lain, memberi bantuan pada nenek-nenek lumpuh, dan warga keterbelakangan mental,” kata Ferry sambil tertawa, mengingat peristiwa status WA-nya. “Lalu, saya buat status baru di WA internal, rupanya masih ada warga miskin dan memerlukan uluran tangan dan perhatian kita di Natuna dan Anambas.”

Ferry mengungkapkan rasa bangga terhadap para Babinsa-nya. Senantiasa berupaya memberikan pengabdian terbaik pada warga binaannya. Kata perwira akrab dengan awak media itu, “Kini saya jadikan moto Kodim 0318/Natuna adalah, “Setia, Berani, dan Tangguh”.

Akhir perbincangan, Ferry berpesan kepada seluruh elemen masyarakat, agar bersuka cita menyambut pilpres dan pileg pada 17 April 2019. Hindari pergesekan karena beda pilihan.

Bagi anggota Kodim 0318/Natuna tetap bersikap netral. “Jangan berbeda pilihan, kita tak bertegur sapa sesama anak bangsa,” ingatnya. “Ayo, kita hadapi pemilu dengan aman dan damai.” (*andi surya)