Breaking NEWS
17 October 2018

Tunda Bayar Publikasi MTQ, Kesra Anggap Media Natuna Tak Prioritas

KABAG Kesra Setda Natuna Syarifudin

infonusantara.co.id, NATUNA – Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Natuna Syarifudin hanya membayar kegiatan prioritas di MTQ Natuna ke 9. Dengan bahasa diucapkannya, seolah-olah kegiatan pertandingan pembacaan ayat suci Alquran di Kecamatan Bunguran Timur Laut, tujuh bulan lalu, atau tepatnya, Selasa 27 Maret 2018 itu, jasa publikasi media massa tak di anggap penting di bayar.

“Ada uang, Insya Alloh, kita bayar,” katanya ketika di konfirmasi Info Nusantara bersama seorang rekan wartawan di ruang Kesra, lantai dua Kantor Bupati Natuna, Kamis 11 Oktober 2018 lalu. “Kita tunggu keuangan daerah stabil.”

Syarifudin juga mengeluh, sejumlah kegiatan dibidangnya belum terbayar, seperti: Safari Ramadhan, gaji pegawai Masjid Agung Natuna dan lainnya. “Gaji pegawai Masjid Agung Natuna, sudah dua bulan belum terbayar,” katanya sedikit serius.

Namun, dengan statment Kabag Kesra itu, dapat ditarik kesimpulan, dua bulan lebih lama dari pada tujuh bulan. Wajar ia anggap tak penting pembayaran publikasi MTQ Natuna.

“Saya lupa, berapa total anggaran kegiatan MTQ Natuna ke 9 belum terbayar,” terangnya. “Kemungkinan sekitar Rp400 juta rupiah lagi.”

Dokumen Pelaksana Anggaran MTQ/STQ Natuna, total anggaran sekitar Rp2,737 milyar. Belanja jasa publikasi hanya sekitar Rp26 juta, dengan jabaran: publikasi radio Rp3 juta, publikasi RRI Rp5 juta, media cetak sekitar Rp18,5 juta.

“Dana publikasi tak besar, hanya uang minyak rekan-rekan media, kenapa tak mau bayar,” kata Ketua Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI) Natuna Roy Sianipar. “Masa hampir tujuh bulan berjalan, tak mau di bayar.”

Dengan statmen Kabag Kesra, seolah-olah tak dianggap penting media massa, karena prioritas pembayaran kegiatan lain, wartawan senior itu telah menginstruksikan awak media tergabung dalam organisasinya, jangan mempublikasi kegiatan Kesra Natuna.

Sebab statmen Kabag itu, sangat melecehkan media massa yang selama ini, sangat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Natuna. “AJOI akan boikot publikasi kegiatan Kesra Natuna,” tegasnya. “Hanya uang minyak, sekitar Rp200 ribu per-awak media, tak sanggup bayar, memalukan.”

Sementara, dari milyaran anggaran MTQ/STQ Natuna di DPA, perlu digaris bawahi, dana cukup besar pada belanja sewa gedung/kantor/tempat, sekitar Rp105 juta. Dengan rincian, sewa rumah sekretariat panitia dan dewan hakim lokal MTQ, 5 rumah, sekitar Rp15 juta. Sewa rumah kafilah, 30 rumah, sekitar Rp90 juta.

Sewa sound system dan lighting sekitar Rp132 juta. Belanja pakaian adat daerah panitia, 260 pasang, sekitar Rp156 juta. Belanja honorarium PNS, sekitar Rp446 juta. Uang diberikan pada pihak ketiga/masyarakat sekitar Rp790 juta. (*andi surya)