Virus Zika Merebak, Semua Pesawat dari Singapura dan Malaysia Wajib Disinfeksi

Bandara Hang Nadim Batam
Bandara Hang Nadim Batam

infonusantara.co.id, Jakarta – Merebaknya virus zika di beberapa negara Asia Tenggara langsung direspons serius oleh unit-unit kesehatan di pelabuhan-pelabuhan umum dan penyeberangan di Batam serta bandara internasional utama Indonesia. Bahkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menuturkan, ada ketentuan khusus yang diterapkan untuk pesawat-pesawat yang berasal dari Malaysia dan Singapura.

“Semua pesawat diwajibkan untuk disinfeksi sebelum berangkat,” ujar Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Internasional dan Komunikasi Publik Dewa Made Sastrawan dalam keterangan resmi, di Jakarta baru-baru ini.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan No HK.03.05/VI.I/D/1004/2011, pelaksanan disinfeksi pesawat setelah membawa penumpang berupa penyemprotan cairan disinfektan di dalam pesawat selama 10 menit.

Tujuan dari disinfeksi pesawat adalah mencegah penyebaran penyakit dan virus yang terbawa oleh pesawat dari negara atau daerah yang terjangkit.

Apabila ada interior pesawat yang terkontaminasi oleh cairan tubuh penumpang yang sakit, seperti muntahan, dibersihkan dengan bahan yang mampu menyerap air dan kemudian diberi cairan disinfektan.

Namun, lantaran disinfektan tidak dapat digunakan terhadap benda yang permukaannya berpori, seperti sarung kursi atau karpet, maka benda yang terkontaminasi harus dilepaskan, dimasukkan ke kantong plastik yang disegel, kemudian dicuci sesuai instruksi.

Selain disinfeksi pesawat, para awak pesawat juga diwajibkan melaporkan penumpang atau awak yang dicurigai mengalami gangguan kesehatan saat pesawat mengudara kepada menara pengawas bandara tujuan di Indonesia.

Untuk di bandara, unit-unit kesehatan sudah memasang perlengkapan pendeteksi suhu badan (mass thermal scanner) untuk mencegah dan meminimalkan dampak dan penyebaran virus zika.

“Alat itu untuk memonitor suhu badan para penumpang dari Singapura dan Malaysia dengan batas toleransi berbadan sehat dengan suhu badan¬† paling tinggi 38 derajat celsius,” kata Made.

Ketentuan itu tidak hanya berlaku di bandara internasional. Kemenhub juga menerapkan standar yang sama di pelabuhan terusan di pelabuhan Batam yang letaknya berdekatan dengan Singapura. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *