Breaking NEWS
21 January 2019

WASPADA, NATUNA RAWAN HIV/AIDS

Kepala Sekretarian KPA Natuna Radian Patral Tedi dan Dadang Otrismo

Kepala Sekretarian KPA Natuna Radian Patral Tedi dan Dadang Otrismo

infonusantara.co.id, RANAI – Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Natuna Radian Patril Tedi mengakui, masyarakat Natuna rawan terjangkit HIV/AIDS. Karena masyarakat kabupaten berada di tengah negara Asean ini, terutama di pelosok pulau – pulau, banyak tidak memahami tentang bahaya virus yang belum ditemukan obat penawarnya itu. Kata Radian saat ditemui di Kedai Kopi Ayong, Kamis siang 6 Oktober 2016, “Kita harus terus menerus melakukan sosialisasi hingga ke pulau – pulau.”

Dadang Otrismo -rekan Radian- membenarkan, sosialisasi senjata paling ampuh dalam meminimalisir berkembangnya penyakit membahayakan itu. Sebab dengan sosialisasi, masyarakat awam bisa mengetahuinya. “Pendapat saya, konsep terbaik dalam menanggulangi penyakit,” kata aktivis anti HIV/AIDS, yang juga bekerja sebagai pegawai negeri sipil itu. “Lebih baik mencegah dari pada mengobati.”

Secara mendetail, Radian menerangkan tentang HIV dan AIDS. HIV singkatan dari Human Immunodrficiency Virus. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Cara mengobati, hanya dengan memperlambat perkembangan penyakit. Artinya, penderita bisa hidup lama.

Sementara AIDS kepanjangan dari¬† Acquired Immunodeficiency Syndrome. AIDS stadium akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh melawan virus lain masuk dalam tubuh, hilang sepenuhnya. Kalau kekebalan tubuh hilang, penyakit lain masuk, tidak ada penghalangnya. Jadi, kata Radian, “HIV/AIDS tidak mematikan secara langsung, melainkan menghancurkan kekebalan tubuh manusia.”

HIV, kata Dadang, jenis virus rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. Penyakit ini berkembang biak dalam cairan tubuh seseorang terinfeksi, seperti dalam cairan sperma, vagina, anus, darah dan ASI atau Air Susu Ibu. Cara penyebaran di bagi dua, yaitu : melalui hubungan seks tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Seandai seseorang merasa memiliki risiko terinfeksi, Dadang menyarankan, segera mengecek ke puskesmas terdekat. Karena tanpa pengobatan, kesehatan seseorang terserang HIV akan menurun drastis. “Terus terang kita prihatin, jumlah penduduk Natuna hanya sekitar 70 ribu,” kata Dadang. “Di Pulau Bunguran (Kota Ranai sekitar-red) saja, ditemui sekitar 77 orang terinfeksi HIV,” katanya sambil menambahkan, itu belum dilakukan pengecekan di pulau – pulau terpisah lautan dari kota kabupaten. (*andi surya)

IKLAN ANDA

Iklan Google