Nasional

Wawako Batam Kedatangan Tamu Rombongan KRI Bima Suci

Pemerintah Kota Batam kedatangan tamu dari rombongan kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) KRI Bima Suci, Senin (14/10/2019) di Gedung Wali Kota Batam, lantai 5.    Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Wawako Batam Kedatangan Tamu Rombongan KRI Bima Suci, https://batam.tribunnews.com/2019/10/14/wawako-batam-kedatangan-tamu-rombongan-kri-bima-suci. Penulis: Dewi Haryati Editor: Tri Indaryani
Pemerintah Kota Batam kedatangan tamu dari rombongan kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) KRI Bima Suci, Senin (14/10/2019) di Gedung Wali Kota Batam, lantai 5.
Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Wawako Batam Kedatangan Tamu Rombongan KRI Bima Suci, https://batam.tribunnews.com/2019/10/14/wawako-batam-kedatangan-tamu-rombongan-kri-bima-suci.

infonusantara.co.id, Batam – Pemerintah Kota Batam kedatangan tamu dari rombongan kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) KRI Bima Suci, Senin (14/10/2019) di Gedung Wali Kota Batam, lantai 5.

Rombongan yang terdiri dari 10 taruna; 5 putra dan 5 putri, beserta sejumlah perwira dan komandan KRI itu, disambut hangat Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut (P) Waluyo mengatakan, tujuan kedatangan mereka untuk bersilaturahmi, sekaligus memberikan pembelajaran kepada para taruna.

Memberikan persepsi, TNI dan pemerintah bersama-sama membangun bangsa Indonesia untuk lebih baik.

“Kalau kita komponen bangsa ini, dari masyarakat, TNI, pemerintah bisa bersatu, bangsa Indonesia akan maju,” kata Waluyo.

Ia melanjutkan, pelayaran KRI Bima Suci yang sedang mereka lakukan, yakni membawa misi diplomasi maritim.

Diplomasi ini dinilai sangat efektif ke negara-negara yang dituju.

Selama lebih kurang 99 hari, mereka berlayar ke beberapa negara, seperti Manila, Osaka Jepang, Busan Korea Selatan, Shanghai China, Brunei Darussalam, dan beberapa negara lainnya.

Pelayaran dimulai 5 Agustus lalu, dengan titik awal dari Surabaya.

Dari pelayaran ini, Batam menjadi salah satu tempat tujuan.

Kemudian ke Bali, Australia, Banyuwangi, dan balik lagi ke Surabaya 12 November mendatang.

“Awalnya tujuan kami ke Padang, bukan Batam. Tapi oleh pimpinan diarahkan ke Batam,” ujarnya.

Ia yakin, ada tujuan tersendiri dari pimpinannya mengubah rute pelayaran dari Padang ke Batam.

Apalagi mengingat Batam merupakan daerah maritim.

“Misi kami memperkenalkan budaya bangsa ke negara-negara tetangga,” kata Waluyo.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengapresiasi, KRI Bima Suci memilih Batam sebagai salah satu tempat persinggahan.

Mengingat tak banyak daerah di Indonesia yang dikunjungi kapal latih ini.

“Kami bahagia adik-adik ini memang bertugas diplomasi mengenai bangsa. Mudah-mudahan dikunjungan berikutnya ke Australia, bisa menginformasikan lebih luas tentang Batam,” harap Amsakar.

Lebih kurang tiga hari, KRI Bima Suci ini akan bersandar di Batam, tepatnya di Pelabuhan Batuampar, Batam, Kepri.

Salah satu kegiatan taruna-taruni itu, mereka akan datang ke sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan di Batam.

“Dari interaksi itu, kita harapkan ada minat dari anak muda kita memilih taruna sebagai salah satu peluang pendidikan yang bisa ditekuni,” ujarnya.

Amsakar melanjutkan, Batam sendiri memang termasuk daerah maritim.

Sekitar 66,6 persennya terdiri dari laut, dan 33,3 persennya darat. Karena itu, penting memahami geografis dan geostrategis Batam.

“Dan kami menilai, TNI AL paling relevan memahami itu,” kata Amsakar. (Net)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker