IR-Talk x HARVEST Unila: Menghubungkan Tantangan Ketahanan Pangan Global dengan Inovasi Berbasis Komunitas

oleh -8 Dilihat

Bandarlampung, – INFONUSANTARA.CO.ID- (Unila): Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (World Food Day), IR-Talk 2026 berkolaborasi dengan proyek HARVEST Universitas Lampung (Unila) mengangkat tema “Food Security in a Changing World: Tantangan Ketahanan Pangan di Era Globalisasi.” Kegiatan ini menghadirkan perspektif dari dosen Jurusan Hubungan Internasional Universitas Lampung dan perwakilan World Food Forum Indonesia untuk menghubungkan isu ketahanan pangan global dengan pengalaman lokal serta inisiatif berbasis komunitas.

Diskusi membahas ketahanan pangan sebagai isu multidimensional yang dipengaruhi oleh perubahan iklim, dinamika geopolitik, krisis ekonomi, rantai pasok global, dan perdagangan internasional. Melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif, para pembicara mengajak mahasiswa memahami berbagai tantangan yang dihadapi sistem pangan di Indonesia maupun dunia, sekaligus mendiskusikan strategi untuk memperkuat ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan pangan.

Kolaborasi ini juga menghubungkan pembahasan ketahanan pangan global dengan kerja HARVEST Unila, khususnya keterlibatannya bersama Komunitas Lumbung Kasih di Desa Bumi Jaya, Lampung Selatan. Komunitas ini menjadi salah satu contoh praktik lokal yang menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat, kegiatan pertanian kolektif, produksi pangan, dan berbagi pengetahuan dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga serta mendorong praktik pertanian berkelanjutan.

Dalam sesi HARVEST, Indra Jaya Wiranata, M.A., Project Manager HARVEST Universitas Lampung, menyampaikan materi berjudul “Learning from Local Practices: Food Security and Adaptive Strategies.” Paparan tersebut menekankan pentingnya pembelajaran dari praktik lokal untuk memahami bagaimana ketahanan pangan dapat diperkuat melalui pemanfaatan sumber daya setempat, pertanian berkelanjutan, pembelajaran kolektif, dan strategi adaptasi masyarakat.

Kehadiran dosen Jurusan Hubungan Internasional Unila, Luerdi, dan perwakilan World Food Forum Indonesia memperkaya diskusi dengan mempertemukan perspektif akademik dan perhatian yang lebih luas terhadap sistem pangan. Kolaborasi ini juga mendorong mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara dinamika internasional dan tantangan ketahanan pangan di tingkat lokal, sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi, komunitas, dan para pemangku kepentingan.

Kegiatan ini turut memperkenalkan Student Innovation Hubs (SIH), sebuah inisiatif dalam proyek HARVEST yang dirancang untuk mendorong inovasi mahasiswa, kewirausahaan, dan pengembangan keterampilan hijau (green skills) dalam mendukung pertanian dan sistem pangan berkelanjutan. Di Universitas Lampung, kegiatan SIH direncanakan mulai dilaksanakan pada Januari 2027 dengan tema utama “Local Food System.”

Melalui SIH, mahasiswa dari berbagai jurusan akan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan gagasan inovatif dalam menjawab tantangan sistem pangan lokal. Lima gagasan terpilih direncanakan untuk dikembangkan lebih lanjut melalui focus group discussion (FGD), kunjungan lapangan, dan pembelajaran langsung bersama para pemangku kepentingan.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan lokakarya akhir untuk mempresentasikan dan menyempurnakan gagasan yang telah dikembangkan. Program ini direncanakan melibatkan 15 mahasiswa dan lima perwakilan komunitas, sehingga membuka ruang kolaborasi antara generasi muda, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Kolaborasi IR-Talk dan HARVEST Unila menegaskan pentingnya menghubungkan diskusi mengenai ketahanan pangan global dengan solusi nyata berbasis komunitas. Melalui pembelajaran dari praktik lokal seperti yang dilakukan Komunitas Lumbung Kasih serta pengembangan inovasi mahasiswa melalui SIH, Universitas Lampung berupaya mendorong kesadaran, kolaborasi, dan partisipasi dalam membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan tangguh. [Rilis]