
Sementara, Ketua Tim Peneliti Unila, Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, MS, mengatakan Agrowisata Way Handak, nantinya akan dibagi menjadi lima Zona wisata.
“Perzona itu, ada karcis sendiri pak bupati kami buatnya, ada full paket atau semi paket, mengambil zona A saja lalu pulang, A B bisa, seluruh bisa, menginap pun bisa,” jelasnya.
Pertama yakni, Zona A (enterance), yang terdiri dari gerbang, icon Lampung Selatan, parkir, tiketing, dan plaza.
Selanjutnya, Zona B (Pertanian), terdiri dari penerimaan pengunjung, pos jaga, bangunan pengelola, kebun, tempat selfie, dan jalan setapak.
Lalu, Zona C (Taman Bunga), terdiri dari penerimaan pengunjung, gedung aula, taman bunga, menara pandang, dan bangunan pengelola.
Sedangkan, Zona D (Embung), terdiri dari kolam embung, jalan setapak, taman kecil, cottage, serta gazebo.
Sementara, Zona E (Perikanan), terdiri dari penerimaan pengunjung, pos jaga, kolam ikan, kolam renang, dan wisata air.
Selain itu, lanjut Prof. Wan Abbas, setiap zona wisata baik itu pertanian maupun perikan, terdapat petugas yang akan memberikan edukasi terkait budidaya tanaman maupun ikan.
“Nanti ada petugas yang akan memberikan edukasi kepada pengunjung,” jelasnya lebih lanjut.
Agar keindahan wisata itu dapat berjalan dengan baik, kata Prof. Wan Abbas, memerlukan konsistensi dalam hal perawatan, terutama di bidang pertanian.
“Ini kuncinya pemeliharaan, jadi kalo gak ada pemeliharaan, hancur semua, karena tanaman kan bernyawa, hidup, karena itu nanti tata kelolanya tata kelola pertanian,” ungkapnya. (Bdr).