Pembangunan Talud di Desa Bunut Diduga Syarat Korupsi dan Memicu Sorotan Tajam Masyarakat.

oleh -93 Dilihat

 

Pesawaran.INFO NUSANTARA.co.id. Pekerjaan talud di desa bunut, kecamatan way ratai, kabupaten pesawaran, diduga syarat dengan korupsi dan memicu sorotan tajam masyarakat.” minggu 24/08/2025.

Berdasarkan pantauan dari media, proyek talud tersebut, diduga sangat banyak penyimpangan yang mengarah tindak pidana korupsi, pasalnya, pekerjaan tersebut menggunakan batu kali yang ada di lokasi proyek tersebut, seharusnya mereka membeli batu yang kualitasnya baik, bukan ngambil batu di lokasi yang kualitasnya sangat rendah, karena mereka berpikir dari pada mengeluarkan biaya yang cukup besar sehingga mereka mengambil batu yang berada di lokasi, miski kualitas batunya jelek dan melanggar aturan.

kemudian di lapangan proyek tersebut terlihat tidak memasang plang Informasi, sehingga masyarakat tidak mengetahui dari mana sumber proyek tersebut, dan perusahaan yang mengerjakan juga tidak jelas, batas waktu pekerjaan juga tidak tercantum, karena pekerjaan tersebut diduga melanggar ketebukaan informasi publik, dan melanggar transparansi publik.

Dilokasi juga tidak di temukan rekanan pemborongnya, konsultan dan pengawas dari dinas pun tidak nampak di lapangan.

Sementara, menurut informasi, pekerjaan talud ini dari dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah. (BPBD) propinsi Lampung.” jelasnya.

Lebih lanjut Pandi (56) warga sekitar saat ditanya, dirinya mengatakan memang saya pernah lihat mereka ngambil batu di kali ada yang Kecil-kecil dan besar ada yang di pecahkan tukangnya untuk talud ini, ia pak hampir semuanya ngambil batunya dari kali, saya liat, kalau beli batu mereka ada juga tapi sekali saja saya lihat mobil dantruknya turunkan batunya, dirinya juga melihat pasir yang di gunakan tidak sesuai, sangat rendah sekali, diduga pasir tersebut bukan dari gunung sugih, dan indikasinya mereka bermain di matrial seperti, batu, pasir dan semen, demi meraup keuntungan yang lebih besar, sehingga tidak memikirkan kualitas yang baik” Ujarnya.

Sampai berita ini terbit, pihak-pihak terkait belum bersedia memberi keterangan atas persoalan ini. ”

Ditemui di lapangan, Syahputra, selaku ketua LSM FKBPL : Forum keluarga Besar Pemuda Lampung, ia mendesak Aph, seperti kejati maupun Lembaga dan instansi terkait agar segera turun kelokasi mengecek pekerjaan tersebut, jika di temukan adanya penyalahgunaan anggaran, agar segera di tindak tegas, menurutnya supaya pekerjaan itu ada kualitas yang baik, maka pekerjaan itu di bongkar semua, tegasnya” (TimMedia)