EEA 2026 Dorong Mahasiswa Teknik Elektro Perluas Wawasan Teknologi dan Kompetensi Profesional

oleh -8 Dilihat

Bandarlampung- INFONUSANTARA.CO.ID- (unila) Perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut mahasiswa tidak hanya menguasai pengetahuan di ruang kuliah, tetapi juga memiliki wawasan praktis, kemampuan berpikir kritis, dan kompetensi yang dapat diterapkan di dunia kerja.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Seminar Nasional Electrical Engineering in Action (EEA) 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna Universitas Lampung (Unila), Minggu, 27 September 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Bridging the Gap, Building the Nation: Membangun Generasi Berdaya Pikir Kritis sebagai Pilar Teknologi Berkelanjutan demi Mewujudkan Kemandirian Bangsa” tersebut dibuka oleh Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng.

Dalam sambutannya, Rektor mengatakan kegiatan kemahasiswaan seperti EEA dapat menjadi bagian dari proses akademik sekaligus ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan wawasan di luar pembelajaran di kelas.

“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat bertemu, dapat berdiskusi, kemudian dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi dan tantangan yang dihadapi bangsa,” ujar Lusmeilia.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar pengalaman selama menjadi mahasiswa tidak berhenti pada perolehan ijazah, tetapi dilengkapi dengan kompetensi yang relevan.

“Kalian mendapat ilmu pengetahuan di bangku kuliah. Kemudian kalian dapat wawasan dari orang-orang yang sudah berhasil. Kalian juga harus mengikuti program-program kompetensi supaya nanti kalian bukan hanya ijazah saja, tetapi ada kompetensi sebagai pendamping,” katanya.

Menurutnya, pengalaman mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional.

Sementara itu, Ketua Himatro Unila Fakhry Ramadhan Subur menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini hadir dengan perhatian pada kesenjangan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Selain seminar nasional, rangkaian EEA 2026 juga menghadirkan empat cabang perlombaan, yakni Internet of Things (IoT), roket air, desain poster, serta UI/UX.

“EEA 2026 hadir dengan mengangkat isu kesenjangan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Ia menyebut rangkaian kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah. Panitia mencatat sebanyak 121 peserta perlombaan dan 1.762 peserta seminar nasional turut ambil bagian dalam EEA 2026.

“Bagi kami angka tersebut bukan sekadar jumlah, tetapi di balik itu adalah individu-individu yang memiliki semangat belajar dan potensi untuk menjadi bagian dari perkembangan teknologi,” katanya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa dan peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga semakin terdorong untuk memahami teknologi serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Seminar nasional ini menghadirkan Kevin Lius Bong dari COC Talent dan Ifandi Khainur Rahim CEO Satu Persen, sebagai pembicara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Electrical Engineering in Action 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Unila. [Riky Fernando]