Kombaca Perpustakaan Bersama Empowomen Gelar Sharing Session Inisiasi Sosial

oleh -7 Dilihat

Bandarlampung- INFONUSANTARA.CO.ID- (unila) Komunitas Baca (Kombaca) Perpustakaan Unila bersama dengan Empowomen menggelar Sharing Session bertema “Inisiasi untuk Perubahan: Turning What You Care About into Social Action” di Gedung A FKIP Unila, Sabtu, 26 September 2026.

Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengalaman dan wawasan mengenai cara memulai inisiatif sosial, sekaligus mengenal peluang pengembangan diri melalui program pertukaran pemuda internasional.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kerja sama Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A. Dalam sambutannya, Prof. Ayi menyampaikan pentingnya mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sebagai bagian dari proses membangun pengalaman, kemampuan, dan prestasi.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh melalui berbagai kegiatan dapat menjadi modal bagi mahasiswa untuk membuka kesempatan yang lebih luas, termasuk mengikuti program internasional.

“Untuk kita akan betul-betul punya pride, kebanggaan, ketika kita mencapai suatu achievement yang mungkin orang lain sulit untuk mencapai itu,” ujarnya.

Prof. Ayi juga membagikan pengalamannya ketika mengikuti program pertukaran pemuda. Ia menyampaikan bahwa kemampuan berbahasa Inggris dan pengalaman mengikuti berbagai kegiatan menjadi modal yang mendorongnya untuk berani mengambil kesempatan tersebut.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman dari tiga narasumber, yaitu Pravita, Empowerment Economic Development dan alumni YSEALI AFP dari Arizona State University, Barry A, purna Caraka Muda Indonesia bidang Civic Engagement dan alumni YSEALI AFP dari University of Nebraska, serta Shinta Adel, GreenRoots Narratives bidang Natural Resources & Environment dan YSEALI AFP 2024 dari University of Montana.

Ketiganya berbagi pengalaman mengenai proses membangun inisiatif sosial serta pengalaman mengikuti YSEALI Academic Fellowship Program, termasuk bagaimana pengalaman, kepedulian, dan kemampuan yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi aksi yang memberikan dampak di lingkungan sekitar.

Sharing session ini juga membahas tahapan memulai inisiatif sosial melalui metode SCAN, ALIGN, IDEATE, dan SET GOAL. Peserta diajak terlebih dahulu mengidentifikasi isu yang perlu diselesaikan, menghubungkannya dengan keterampilan dan potensi diri, mengembangkan ide solusi, serta menetapkan tujuan menggunakan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) agar inisiatif yang dirancang memiliki arah yang konkret, realistis, dan dapat dipantau.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh wawasan dan pengalaman baru untuk mengembangkan kepedulian terhadap isu di lingkungan sekitar menjadi inisiatif sosial yang nyata, sekaligus meningkatkan keberanian untuk mengambil peran dalam berbagai kegiatan pengembangan diri. [Magang Nurma Safira & Asnia Sundari]